Okepost.id, Jakarta – Saham sektor perbankan kembali menjadi sorotan setelah mengalami tekanan hebat pada perdagangan Senin (8/6/2026).
Dua emiten bank terbesar di Indonesia, yakni Bank Central Asia dan Bank Rakyat Indonesia, kembali merosot seiring melemahnya pasar saham domestik.
Hingga perdagangan intraday, saham BBCA bergerak di kisaran Rp4.850 hingga Rp5.050 per saham. Pada pukul 10.24 WIB, saham BBCA berada di level Rp4.930 atau turun 2,86 persen. Sementara itu, saham BBRI terkoreksi lebih dalam hingga 4,01 persen ke level Rp2.630 per saham.
Penurunan tersebut memperpanjang tren negatif yang telah berlangsung sejak awal tahun. Padahal, BBCA sempat mencatatkan harga tertinggi di level Rp10.900 per saham pada September 2024, sedangkan BBRI pernah menyentuh Rp6.450 per saham pada Maret 2024.
Tidak hanya BBCA dan BBRI, saham bank besar lainnya juga mengalami tekanan. Saham Bank Mandiri melemah 2,60 persen ke level Rp3.740, sedangkan Bank Negara Indonesia turun hampir 5 persen ke posisi Rp3.050.
Koreksi saham perbankan sejalan dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot lebih dari 4 persen ke level 5.366,823.
Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 73 saham yang menguat, sedangkan 658 saham melemah dan 79 saham stagnan.
Analis menilai tekanan terhadap saham perbankan masih dipengaruhi berbagai sentimen domestik dan eksternal. Pelaku pasar mencermati ketidakpastian kebijakan pemerintah, termasuk isu revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) yang dinilai berpotensi memengaruhi independensi lembaga keuangan.
Selain itu, aksi jual investor asing juga terus membebani saham bank jumbo. Dalam beberapa pekan terakhir, BBCA dan BBRI bahkan sempat menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir akibat derasnya arus modal keluar dari pasar saham Indonesia.
Meski demikian, sejumlah analis masih melihat fundamental sektor perbankan nasional tetap kuat. Investor kini menunggu sentimen positif baru yang mampu mengembalikan kepercayaan pasar dan menghentikan tekanan jual pada saham-saham unggulan perbankan.(Pro)









