IHSG Berpotensi Lanjut Melemah ke Level 5.395, Ini Rekomendasi Saham Pilihan MNC Sekuritas

Tekanan Jual Masih Dominan, IHSG Catat Koreksi Terdalam di Dunia dalam Sepekan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG Melemah Jelang Libur Iduladha 2026, Bursa Efek Indonesia Kembali Dibuka 29 Mei 2026

IHSG Melemah Jelang Libur Iduladha 2026, Bursa Efek Indonesia Kembali Dibuka 29 Mei 2026

Okepost.id, Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan awal pekan.

Setelah mengalami penurunan tajam sepanjang pekan lalu, indeks berpotensi melanjutkan tren pelemahan dan menguji area support baru di tengah dominasi aksi jual investor.

Berdasarkan riset harian MNC Sekuritas, IHSG ditutup melemah 4,20% ke level 5.594 pada perdagangan terakhir. Koreksi tersebut memperpanjang tren negatif yang telah berlangsung dalam beberapa sesi terakhir dengan tekanan jual yang masih cukup tinggi.

Secara mingguan, IHSG mencatat penurunan sebesar 8,69% dari level 6.127,38 menjadi 5.594,76. Pelemahan tersebut juga diiringi peningkatan volume distribusi yang menunjukkan tingginya aktivitas pelepasan saham oleh pelaku pasar.

IHSG Berpotensi Uji Area 5.395–5.412

Tim analis MNC Sekuritas menilai secara teknikal posisi IHSG saat ini masih berada dalam fase penurunan lanjutan.

Menurut analis, indeks sedang bergerak pada bagian wave (v) dari wave [v] dari wave 5, yang mengindikasikan peluang koreksi masih terbuka dalam jangka pendek.

“IHSG masih rawan melanjutkan downtrend ke area 5.395–5.412 untuk menutup gap yang terbentuk sekaligus menguji MA200 bulanan,” tulis tim riset MNC Sekuritas.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2–5 Juni 2026 menunjukkan kapitalisasi pasar turut menyusut 8,59% menjadi Rp9.807 triliun seiring pelemahan indeks.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya: IHSG Berpeluang Tembus 8.000, Sinyal Rebound Bisa Terjadi Pekan Depan

IHSG Jadi Bursa dengan Koreksi Terdalam

Penurunan IHSG selama sepekan tercatat sebagai salah satu yang paling dalam dibandingkan bursa saham utama dunia.

Beberapa indeks global yang juga mengalami koreksi antara lain:

Tel Aviv 35 (Israel): turun 4,26%

KOSPI (Korea Selatan): turun 3,72%

SSE Composite (China): turun 1,00%

Hang Seng (Hong Kong): turun 0,88%

S&P BSE Sensex (India): turun 0,73%

Sementara itu, pasar saham Amerika Serikat justru bergerak positif. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 1,04% dalam periode yang sama.

Level Support dan Resistance IHSG

Untuk perdagangan selanjutnya, MNC Sekuritas memproyeksikan:

Support:

5.517

5.381

Resistance:

5.941

6.588

Investor disarankan tetap berhati-hati mengingat tren pelemahan belum menunjukkan sinyal pembalikan yang kuat.

Rekomendasi Saham Pilihan MNC Sekuritas

ANTM – Buy on Weakness

PT Aneka Tambang Tbk. ditutup melemah 0,36% ke level Rp2.750. Meski masih dibayangi tekanan jual, saham ini dinilai berada pada awal fase wave 4 sehingga menarik untuk strategi akumulasi bertahap.

Buy on Weakness: Rp2.690 – Rp2.740

Target Price:

Rp3.020

Rp3.200

Stop Loss: di bawah Rp2.630

BRMS – Buy on Weakness

Baca Juga :  IHSG Diprediksi Bergerak Fluktuatif di Tengah Rebalancing MSCI, Investor Waspadai Tekanan Jual

PT Bumi Resources Minerals Tbk. terkoreksi 1,92% ke level Rp510. Analis memperkirakan saham ini juga berada pada awal wave 4 dari wave (C).

Buy on Weakness: Rp494 – Rp510

Target Price:

Rp610

Rp660

Stop Loss: di bawah Rp482

MBMA – Buy on Weakness

PT Merdeka Battery Materials Tbk. menjadi salah satu saham yang mampu bertahan positif dengan kenaikan 0,46% ke level Rp434 dan didukung volume pembelian yang meningkat.

Buy on Weakness: Rp390 – Rp418

Target Price:

Rp472

Rp520

Stop Loss: di bawah Rp374

DAAZ – Sell on Strength

PT Daaz Bara Lestari Tbk. melonjak 7,60% ke level Rp1.840. Namun, penguatan tersebut mulai tertahan oleh garis MA20 sehingga berisiko mengalami koreksi lanjutan.

MNC Sekuritas merekomendasikan investor melakukan profit taking pada area penguatan.

Sell on Strength: Rp1.930 – Rp2.070

IHSG masih berada dalam tren bearish dengan potensi penurunan menuju area 5.395–5.412. Di tengah tingginya volatilitas pasar, investor disarankan lebih selektif dalam memilih saham dan menerapkan manajemen risiko yang ketat.

Saham ANTM, BRMS, dan MBMA menjadi pilihan akumulasi saat koreksi, sedangkan DAAZ direkomendasikan untuk strategi sell on strength.(Pro)

Berita Terkait

BEI Perbarui Daftar Saham HSC, Tujuh Saham Bank Masuk dengan Kepemilikan di Atas 90%
Pasar Saham Indonesia Masih Murah, Investor Pilih Wait and See Meski Valuasi Menarik
Prediksi IHSG Pekan Depan: Berpeluang Menguat Terbatas, Ini Rekomendasi Saham ARCI, BMRI, PGAS, ELSA, dan TAPG
IHSG Dibuka Menguat ke 5.963,83, Saham BBCA, BBRI, dan BRPT Pimpin Kenaikan
IHSG Anjlok 1,89%, Peringatan S&P Dow Jones Picu Tekanan di Bursa Saham Indonesia
IHSG Dibuka Melemah ke 5.941 Hari Ini, Saham AMMN, TPIA, dan BBNI Tekan Pergerakan Indeks
OJK Catat Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp112,67 Triliun pada Semester I 2026
10 Saham Cum Dividen Hari Ini 6 Juli 2026, INDF dan ICBP Tebar Dividen Terbesar
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:13 WIB

BEI Perbarui Daftar Saham HSC, Tujuh Saham Bank Masuk dengan Kepemilikan di Atas 90%

Senin, 13 Juli 2026 - 07:50 WIB

Pasar Saham Indonesia Masih Murah, Investor Pilih Wait and See Meski Valuasi Menarik

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:57 WIB

Prediksi IHSG Pekan Depan: Berpeluang Menguat Terbatas, Ini Rekomendasi Saham ARCI, BMRI, PGAS, ELSA, dan TAPG

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:18 WIB

IHSG Dibuka Menguat ke 5.963,83, Saham BBCA, BBRI, dan BRPT Pimpin Kenaikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:21 WIB

IHSG Anjlok 1,89%, Peringatan S&P Dow Jones Picu Tekanan di Bursa Saham Indonesia

Berita Terbaru