Okepost.id, Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan ini. Tekanan nilai tukar rupiah, aksi jual investor asing, hingga sentimen global menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pasar saham domestik.
Pada penutupan perdagangan Jumat (22/5/2026), IHSG berhasil menguat 67,10 poin atau naik 1,10 persen ke level 6.162. Meski menguat di akhir pekan, indeks saham Indonesia tetap mencatat penurunan tajam sepanjang sepekan.
Data perdagangan menunjukkan IHSG melemah selama empat hari dan hanya sekali mencatat penguatan. Secara mingguan, indeks terkoreksi hingga 8,35 persen.
Nilai transaksi investor mencapai Rp121,56 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 40,28 miliar saham.
Kapitalisasi Pasar Bursa Turun Lebih dari 10 Persen
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia Kautsar Primadi Nurahmad menyebut kapitalisasi pasar bursa turun 10,07 persen menjadi Rp10.635 triliun dari sebelumnya Rp11.825 triliun.
Di tengah penurunan tersebut, rata-rata volume transaksi harian justru naik 2,53 persen menjadi 36,67 miliar saham. Nilai transaksi harian juga meningkat 15,68 persen menjadi Rp21,77 triliun.
Namun, rata-rata frekuensi transaksi harian turun 6,5 persen menjadi 2,37 juta transaksi.
Investor asing masih mencatat aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp309,52 miliar pada akhir pekan lalu. Sepanjang tahun 2026, total jual bersih asing mencapai Rp41,63 triliun.
Rupiah dan Kebijakan Ekspor Jadi Sentimen Pasar
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi mengatakan pelemahan IHSG dipengaruhi sejumlah sentimen domestik dan eksternal.
Salah satunya ialah rencana sentralisasi ekspor komoditas melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menekan margin emiten komoditas karena menurunkan fleksibilitas penjualan dan average selling price (ASP).
Selain itu, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga menyentuh Rp17.712 turut memberikan tekanan tambahan bagi pasar keuangan domestik.
Meski Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin, pelaku pasar masih menunggu langkah lanjutan untuk menjaga stabilitas rupiah.
Oktavianus memprediksi IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas pada area support 5.909 dan resistance 6.305.
Sentimen MSCI dan FTSE Masih Membebani
Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih rawan terkoreksi akibat potensi arus keluar dana asing.
Menurutnya, penyesuaian indeks MSCI dan FTSE berpotensi memicu outflow dari pasar saham Indonesia dalam jangka pendek.
Ia memperkirakan IHSG bergerak pada level support 6.054 dan resistance 6.279 selama pekan ini.
Selain itu, durasi perdagangan bursa yang lebih pendek membuat investor cenderung menahan transaksi sambil menunggu perkembangan pasar global.
Rekomendasi Saham Potensial Pekan Ini
Analis merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai memiliki peluang menguat di tengah volatilitas pasar.
Rekomendasi Kiwoom Sekuritas
INKP diproyeksikan menuju level 8.650
MBMA berpotensi menguat ke level 550
Rekomendasi MNC Sekuritas
HRUM diperkirakan naik ke level 890
PSAB berpotensi menyentuh level 472
ISAT diprediksi menguat hingga level 2.220
Peluang Rebound Masih Terbuka
Meski tekanan pasar masih tinggi, peluang rebound IHSG tetap terbuka apabila nilai tukar rupiah mulai stabil dan tekanan outflow asing mereda.
Investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham serta mencermati perkembangan sentimen global dan domestik yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar dalam jangka pendek.(Pro)









