IHSG Dibuka Menguat ke 5.731, Saham BBCA dan BBRI Topang Kenaikan di Tengah Tekanan Data Ekonomi

BBCA dan BBRI Dorong Penguatan IHSG

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Kamis (2/7/2026) dengan penguatan. Pada awal sesi, indeks naik 0,63% atau bertambah 36,13 poin ke level 5.731,25.

Aktivitas perdagangan juga bergerak cukup aktif dengan volume mencapai 636,4 juta saham dan nilai transaksi sekitar Rp500,9 miliar. Kapitalisasi pasar ikut meningkat menjadi Rp10.059 triliun.

Penguatan indeks didukung sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham BBCA memimpin kenaikan dengan penguatan 2,68% ke Rp5.750. BBRI juga naik 0,37% ke Rp2.680, sementara AMMN menguat 2,18% dan ASII bertambah 0,65%.

Baca Juga :  Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia 2026, Ini Platform Favorit Investor Pemula hingga Profesional

Di sisi lain, beberapa saham besar bergerak melemah. BREN turun 0,30%, BYAN terkoreksi 0,43%, sedangkan TLKM melemah 0,41%.

Subjudul 2: Data Ekonomi Masih Menekan Sentimen Pasar

Meski indeks bergerak positif, pelaku pasar masih mencermati sejumlah data ekonomi terbaru yang dinilai dapat menekan sentimen investasi.

Indeks S&P Global Manufacturing PMI Indonesia tercatat turun ke level 46,9 pada Juni 2026 dari posisi 50 pada Mei. Angka tersebut menunjukkan aktivitas manufaktur kembali mengalami kontraksi akibat melemahnya pesanan baru dan penurunan ekspor.

Baca Juga :  BEI Evaluasi Emiten 2026: GOTO dan BELI Keluar dari Papan Ekonomi Baru, SMMA-NCKL Turun Kelas

Selain itu, Indonesia juga mencatat defisit neraca perdagangan sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026. Kondisi tersebut menjadi defisit pertama dalam beberapa tahun terakhir.

Ekspor tercatat turun 5,73% secara tahunan, sedangkan impor tumbuh 22,16%. Peningkatan impor migas menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan impor nasional.

Analis memperkirakan IHSG berpotensi bergerak terbatas pada kisaran 5.600 hingga 5.800 sambil menunggu sentimen baru dari data ekonomi dan pergerakan pasar global.(Pro)

Berita Terkait

IHSG Anjlok 3,05 Persen ke 5.643, Saham BBCA hingga ASII Tekan Pergerakan Indeks
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.782, Saham BBCA hingga TLKM Tekan Pergerakan Indeks
Top Broker BEI Pekan Ini Dipimpin UBS Sekuritas, Transaksi Saham Capai Puluhan Triliun Rupiah
IHSG Melonjak 7,38 Persen dalam Sepekan, BBCA hingga BREN Tercatat Jadi Penopang Utama Penguatan Indeks
IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Ancam Likuiditas Kripto, Investor Berpotensi Alihkan Dana ke Saham AS
IHSG Melonjak 1,25 Persen di Awal Perdagangan 12 Juni 2026, BBCA hingga DSSA Pimpin Penguatan
IHSG Hari Ini Berpotensi Terkoreksi Usai Melonjak 7,57 Persen, Ini 4 Saham Pilihan Analis
IHSG Berpotensi Lanjut Melemah ke Level 5.395, Ini Rekomendasi Saham Pilihan MNC Sekuritas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:56 WIB

IHSG Dibuka Menguat ke 5.731, Saham BBCA dan BBRI Topang Kenaikan di Tengah Tekanan Data Ekonomi

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:19 WIB

IHSG Anjlok 3,05 Persen ke 5.643, Saham BBCA hingga ASII Tekan Pergerakan Indeks

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:39 WIB

IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.782, Saham BBCA hingga TLKM Tekan Pergerakan Indeks

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:38 WIB

Top Broker BEI Pekan Ini Dipimpin UBS Sekuritas, Transaksi Saham Capai Puluhan Triliun Rupiah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:37 WIB

IHSG Melonjak 7,38 Persen dalam Sepekan, BBCA hingga BREN Tercatat Jadi Penopang Utama Penguatan Indeks

Berita Terbaru